benjolan di payudara

Benjolan Di Payudara Wanita Dan Berbagai Penyebabnya

Benjolan di payudara wanita adalah umum terjadi dan memiliki sejumlah penyebab. Meski benjolan cukup sering dialami namun yang jelas kebanyakan penyebabnya biasanya jinak atau tidak bersifat kanker.

Walaupun demikian, jika anda menemukan benjolan sekecil apapun pada payudara anda sebaiknya bergegas untuk melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat.

Langkah pengobatan yang dilakukan akan tergantung dari hasil tes atau pemeriksaan, kemungkinan dokter umum akan merujuk anda ke dokter spesialis untuk pemeriksaan yang lebih lanjut jika ternyata ditemukan kecenderungan kanker.

Berbagai Penyebab Benjolan Di Payudara

Kebanyakan kasus benjolan di payudara disebabkan oleh tumor jinak  (non kanker), meski terkadang juga benjolan payudara bisa menjadi gejala kanker.

Dalam kasus ini pemeriksaan sangat disarankan guna mengetahui sejak dini apakah benjolan berpotensi kanker ataukah tidak. Semakin cepat terdeteksi tentu pengobatannya akan semakin efektif.

Kita akan membagi penyebab benjolan kedalam 2 kategori yaitu tumor jinak dan kanker.

1. Tumor Jinak

Ada beberapa jenis tumor jinak penyebab benjolan di payudara. Kebanyakan diantaranya sangat jinak dan tidak berkembang  sehingga tidak memerlukan pengobatan.

Fibroadenosis

Disebut juga dengan penyakit fibrokistik payudara  penyebab utamanya adalah perubahan hormon selama siklus menstruasi bulanan.

Fibroadenosis dapat berkembang di salah satu maupun kedua payudara. Gejala yang ditimbulkan juga sangat bermacam-macam terkadang beberapa wanita merasa sedikit terganggu dan yang lainnya merasakan sangat sakit. Namun, nyeri berikut benjolan biasanya hilang saat menstruasi selesai.

Fibroadenoma

Fibroadenoma merupakan benjolan keras yang berbentuk bulat dengan tepian rata dan tidak bergelombang yang kadang tumbuh pada saluran susu.

Fibroadenoma ini sangat umum pada wanita muda. Ciri-cirinya ialah ketika ditekan benjolannya dapat berpindah tempat.

Meski tanpa pengobatan, Fibroadenoma sering menghilang dengan sendirinya namun adakalanya ukurannya bertambah besar dan meluas, terutama saat kehamilan.

Kista Payudara

Kista payudara adalah kantung yang berisi cairan yang tumbuh di jaringan susu. Benjolan berbentuk kista umumnya ditemukan pada wanita berusia 30-60 tahun.

Ukuran dari kista dapat bervariasi , terkadang kecil dan terkadang juga membesar beberapa sentimeter. Begitu juga kista bisa terdiri dari kista tunggal maupun berkelompok.

Kista tidak selalu menunjukkan gejalanya, meskipun beberapa wanita mungkin mengalami nyeri karena benjolan lainnya.

Seperti fibroadenoma, kista payudara juga diperkirakan timbul akibat perubahan hormon karena mereka umumnya dialami wanita pra-menopause dan wanita menopause yang melakukan terapi hormon.

Abses Payudara

Disebabkan karena adanya akumulasi nanah yang terbentuk dalam payudara. Ini bisa menyebabkan rasa nyeri dan juga sangat mungkin diikuti gejala lain seperti demam, dan juga peradangan dan bengkak pada kulit payudara yang terkena.

Kebanyakan abses payudara disebabkan karena infeksi bakteri. Bakteri dapat masuk melalui lecet pada puting payudara yang bisa terjadi saat menyusui.

Penyebab benjolan jinak lainnya :

  • Mastitis, yaitu peradangan pada jaringan susu
  • Lemak nekrosis, benjolan keras dan tidak beraturan yang sering muncul akibat adanya trauma pada payudara contohnya setelah operasi payudara.
  • Lipoma, yaitu pertumbuhan jaringan lemak yang membentuk sebuah benjolan
  • Papiloma intraduktal, benjolan semacam kutil pada saluran payudara yang juga bisa menimbulkan cairan pada puting.

2. Kanker Payudara

Meski kebanyakan benjolan di payudara adalah jinak, benjolan payudara juga terkadang merupakan tanda kanker payudara pada wanita.

Benjolan payudara bersifat kanker  biasanya memiliki ciri seperti berikut :

  • Benjolan teraba dengan jelas dan terasa keras
  • Ketika ditekan benjolan tidak bergerak atau berpindah
  • Benjolan tidak hilang setelah menstruasi atau semakin membesar setelah menopause

Kanker payudara juga dapat menimbulkan gejala atau ciri lainnya, seperti keluar cairan dari puting yang disertai darah, kulit payudara mengerut, serta perubahan pada puting payudara yang lebih tenggelam kedalam.

Resiko kanker payudara akan semakin tinggi seiring bertambahnya usia.  Tapi lebih umum pada pria atau wanita diatas usia 50 tahun. Memiliki riwayat keluarga penderita kanker juga bisa menyebabkan resiko kanker bertambah tinggi.

Diagnosis Benjolan Payudara

Pemeriksaan benjolan payudara bisa dilakukan dengan beberapa prosedur seperti :

  • Mammogram

Yitu pemeriksaan dengan menggunakan sinar X untuk membuat gambaran dalam payudara.

Ini bisa membantu perubahan dini pada jaringan payudara.  Wanita yang lebih muda biasanya memiliki payudara lebih padat daripada wanita yang lebih tua, yang membuat perubahan lebih sulit dikenali.

Ini berarti bahwa mamogram tidak begitu efektif pada wanita di bawah usia 40 tahun. Jika Anda berusia di bawah 40 tahun, dokter umum Anda mungkin menyarankan Anda melakukan ultrasound payudara.

  • UltraSound / USG

Pemindaian ultrasonografi menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar bagian dalam payudara Anda. Sensor akan ditempatkan di atas payudara Anda untuk membuat gambar di monitor. Gambar akan menyoroti benjolan atau kelainan yang mungkin ada.

  • Biopsi

Jika ternyata kelainan atau benjolan tidak terdeteksi menggunakan mamogram atau usg, maka biopsi mungkin perlu dilakukan. Biopsi akan mengambil sampel jaringan payudara untuk kemudian dipelajari lebih lanjut.

Pengobatan Benjolan Payudara

Bagaimana benjolan payudara diobati akan sangat tergantung pada penyebab  dan juga gejala yang anda alami.

Benjolan payudara jinak seringnya tidak perlu mendapatkan pengobatan sampai mereka mengalami pembesaran atau menimbulkan ketidaknyamanan seperti sakit atau nyeri.

  • Obat-Obatan

Beberapa tipe tumor jinak seperti fibroadenoma, kista payudara dan lemak nekrosis bisa menghilang seiring waktu tanpa pengobatan.

Namun jika ternyata akhirnya menimbulkan nyeri, pengobatan yang diberikan umumnya hanya untuk mengurangi nyerinya saja seperti pereda nyeri, parasetamol dan obat antiinflamasi non steroid.

Antibiotik juga bisa diberikan jika penyebab nyeri payudara adalah infeksi bakteri seperti pada mastitis dan abses payudara.

  • Operasi

Operasi bisa dilakukan untuk menangani benjolan payudara yang membesar. Fibroadenoma, kista, lemak nekrosis dan itraduktal papilopma terkadang memerlukan prosedur operasi ini untuk menghilangkannya.

  • Kemoterapi

Kemoterapi dikhususkan untuk menangani benjolan yang bersifat kanker, meski nyatanya kanker payudara juga dapat ditangani dengan operasi.

Pencegahan Benjolan Payudara

Kebanyakan benjolan payudara disebabkan karena perubahan pada tubuh dan mungkin terbentuk tanpa menimbulkan gejala sama sekali.

Jika anda memiliki riwayat benjolan jinak di payudara atau menyadari bahwa anda mungkin bisa mengembangkannya segera kunjungi dokter untuk langkah pencegahan.

Meski tidak ada cara yang terbukti dapat mencegah munculnya tumor ganas, tapi para ahli mengatakan anda bisa menurunkan resikonya dengan melakukan beberapa hal berikut :

  • Mengetahui faktor resikonya
  • Melakukan pemeriksaan bulanan secara rutin
  • Konsultasi dengan dokter terkait dengan genetik jika memiliki riwayat kanker dari keluarga
  • Menjaga berat badan ideal
  • Latihan teratur
  • Makan makanan sehat
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Hindari merokok atau perokok pasif

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *